Kalau kini engkau jatuh,
Imbas kembali hidupmu,
Bukan semalam,
Tapi 17 18 tahun yang lalu,
Ketika engkau belajar berjalan.
Apa yang dapat engkau lihat?
Bangun, jatuh, bangun, jatuh bukan?
Kemudiannya apa engkau lakukan?
Bangun, satu langkah, jatuh.
Bangun, satu langkah lagi, kemudian jatuh.
Hinggalah pada suatu hari, engkau mula berjalan lebih jauh.
Kemudian berjalan pantas,
Akhirnya, engkau sudah pandai berlari.
Antara yang banyak berlaku ialah, engkau jatuh bukan?
Tapi apa yang engkau yang dahulunya si kecil itu lakukan? Dia bangkit, cuba langkah yang baru, kemudian dia baiki langkahannya itu, hingga sempurna setiap langkahnya.
Maka kini jika engkau jatuh,
Kalaupun ia begitu sakit,
Jangan engkau kalah kepada 'si kecil' itu.
Bittaufiq Wa An-Najah. Kepada diriku dan kalian.
*Pasca IKMAL
Imbas kembali hidupmu,
Bukan semalam,
Tapi 17 18 tahun yang lalu,
Ketika engkau belajar berjalan.
Apa yang dapat engkau lihat?
Bangun, jatuh, bangun, jatuh bukan?
Kemudiannya apa engkau lakukan?
Bangun, satu langkah, jatuh.
Bangun, satu langkah lagi, kemudian jatuh.
Hinggalah pada suatu hari, engkau mula berjalan lebih jauh.
Kemudian berjalan pantas,
Akhirnya, engkau sudah pandai berlari.
Antara yang banyak berlaku ialah, engkau jatuh bukan?
Tapi apa yang engkau yang dahulunya si kecil itu lakukan? Dia bangkit, cuba langkah yang baru, kemudian dia baiki langkahannya itu, hingga sempurna setiap langkahnya.
Maka kini jika engkau jatuh,
Kalaupun ia begitu sakit,
Jangan engkau kalah kepada 'si kecil' itu.
Bittaufiq Wa An-Najah. Kepada diriku dan kalian.
*Pasca IKMAL
No comments:
Post a Comment